Selasa, 21 Mei 2013

Malam hening

malam sunyi, cahaya bintang menerang,bulan memantulkan cahayanya, mencoba menerangi rumah di tengah kota yang sumpek.
dingin layaknya es batu yang mengelilingi tubuh ku, sunyi sepi hening..
sejenak aku berdiam. disaat tumpukan hapalan pelajaran menghantui.
hantu -hantu hapalan itu tiba tiba berubah menjelma sosok yang tak ingin lagi aku pikirkan, yang tak ingin lagi aku lihat,yang tak ingin lagi aku dengar.
ya kamu. kamu kembali muncul dihadapanku walaupun itu hanya angan-angan yang memang tak mungkin lagi nyata dihadapanku. bayangmu berubah seketika menjadi malaikat yang menyoroti semua kenangan kenangan manis yang kita lakukan , sorotan itu sangat menyilaukan otakku , hingga percakapan yang tak henti hentinya kita bicarakan,percakapan yang hangat dan sangat terbuka diantara kita , bagaikan tidak ada penghalang rasa jaim diantara kita saat dibicarakan. waktu terus berjalan hingga larut malam .kau menemaniku dengan tulus dan ikhlas dengan senyum hangat yang menempel di wajahmu.saat itu waktu bagaikan hitungan detik yang cepat berlalu .

dan "cukup" 1 kata keluar dari otakku dan sosokmu tiba tiba hilang kembali berubah menjadi tumpukan hapalan mengerikan . otakku yang mengontrol kata "cukup" atau hati ini yang bicara? entah lah

memang cukup .cukup aku berhalusinasi ttg kenangan kita , karna mungkin ini tidak akan terulang lagi ,ga ada harapan kembali.didalam sejarah hidupmu ,km belum pernah meminta kembali keseorang "Mantan" .ini motifasi ku agar aku tidak memikirkanmu.agar rasa yang telah tertumpuk menjadi benteng benteng besaryang susah dihancurkan agar perlahan rapuh dengan sendirinya. dan yang aku tau .sekarang kamu sedang tersenyum, ketawa ketawa terbahak bahak dengan riangbersama teman temanmu menikmati kebebasan yang tiada tara.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar