Jumat, 31 Mei 2013

Apa sih "Cinta" ?

ya terus apa sih cinta? cinta itu apa? mungkin terlalu lebay menanyakan arti dari cinta itu apa ke orang orang, yang ada kita hanya di tertawakan dana di ejek atau di bully mungkin, tapi yang ingin aku tau cinta itu apa "yang sebenarnya"?
hahahaaha aku juga hanya bisa tertawa ga jelas . tapi sih ya selama aku ngerasain yang namanya pacaran dan ngeliat penglaman orang orang ttg pacaran jelas jelas itu hanya cinta sejenak .

maksud dari cinta sejenak tuh ya coba deh pikir , seorang cowo (maaf karna saya kaum wanita jadi saya hanya bisa mencontohkan ttg cowo) yang ingin dapetin hati seorang cewe yang dia sukai , yang adahal hanya lewat tatapan aja, rela berkorban demi "status" mungkin ya statu berpacaran . ha terus yang di pertanyakan adalah ngapain ngemilikin cewe itu kalau hanya sementara , ya maksudnya ngapain sih rela rela berkorban kan ga bakal pijadieun (dalam bahasa sunda yang dimaksudkan gabakal sampai dijadikan istri ini) ya terus ngapain gitu hanya untuk status , nah ya terus kalau udah didapetin mau diapain? jadi bahan percobaan kelinci gitu ? hahahahaha hati hati loh kalian para cewe :)

terus udah ngejalanin masa masa manis terus terus ngapain lagi? cari yang lain lagi gitu? cari bahan percobaan baru lagi? amit amit ya guys jangan sampe bahan percobaan hati , ditusuk tusuk guys hati kita ya ampun.

menurut penelitian aku nih ya cielah , cowo itu ngebet ke cewenya dari 100-0 , ya kalau cewe kebalikannya dari 0-100 , pengalaman sih ya iya hahahaha .

nah terus yang langgeng itu awalanya manis guys iya manis  sangking manisnya si cewe merasakan rasa sayang yang berlebihan mungkin ya .bukan berlebihan lagi bahkan ada cewe yang saking rasa sayangnya menjadikan pacarnya seperti tuhannya , cewe nurut aja apa kata cowo , ga pernah ngelanggar kata kata si cowo . naudzubillah yah .

disaat si cewe merasakan rasa sayang yang berlebihan si cowo merasakan pengurangan daya rasa sayang ke si cewe, atau bisa disebut "jenuh" hal pertama dan mungkin yang terakhirkalinya yang aku rasain , dan gamau lagi . iya itu guys "jenuh" si cowo merasakan hal yang bosan , mungkin karna si cowo udah ngedapetin tatapn wanita baru guys , begonya si cowo menghilang tanpa sebab atau berubah seketika .


dan akhirnya si cowo meminta kata "putus" dalam hubungannya . sakit emang .nah terus yang di pertanyakan adalah ngapain pacaran? ngapain rela rela ngedapetin hati cewe kalau emang punya rasa jenuh disetiap menjalani hubungan .


sekarang yang sakit siapa? cewe tentunya . but jangan cemas hay para wanita mereka yang mutusin mereka yang menyesal diemudian hari buan sekarang tapi nanti , karma itu ga ada yang ada balesan dari perbuatan yang telah dilakukan , jadi ya tunggu aja ,duduk manis sambil menghirup secangkir teh ditemani roti bakar , dan menunggu balesan dariNya, jika kalian beruntung, balesan itu bisa kalian lihat depan mata , itu kalau bruntung . untuk para cowo hati hati loh hampir sebagian cewe mempunyai rasa dendam tersembunyi yang telah menyakiti dan merusak hidupnya , hampir sebagian cewe gaada yang bisa dibuka pintu maafnya , dendam itu banyak , ada lewat secra halus dan ada yang kasar . mungkin kalian cari tahu maksud dari secara halus dan maksud dari secara kasar itu apa .  dan  melalui perantara ialah Allah .


























Minggu, 26 Mei 2013

jika masih.

suara teriakan anak anak kecil yang menandakan kegembiraan di hari sabtu tepatnya dimalam hari , lampu sorot besar yang selalu terlihat sampai jarakyang jauuh di sebuah kota kecil ini . lampu yang menyorot langit malam, yang mengajak agar orang orang di kota kecil ini datang dan melihat ada apa dengan lampu besar ini. gemerlap malam dengan lampu penuh warna warni. Festival mereka menyebutnya.

dan ini mengingatku dengan malam dimana kita meewati jalan dengan menaiki motormu . "nanti bakal ada festival loh kita kesana ya entar "dengan riangnya aku bertanya . "iya nanti yah" jawabanmu dengan santai .di sepanjang jalan pulang ke rumahku aku pun sudah terbayang kita di festival nanti . kita bermain semua permainan yang ada di festival, membeli harum manis dan dimakan berdua sambil melihat bintang dimalamnya.

dan sekarang aku berdiri di festival dengan teman teman tapi tanpa kamu .yang kenyataannya kita sudah berpisah ga ada hubungan lagi selain teman ga lebih . betapa riangnya mereka ke festival berdua dengan orang yang sangat spesial , disana aku sangat sangat merasakn iri dengan temanku dimana dia bersama pacarnya menaiki sebuah permainan yang diputar putar dan di ulur ke bawah ke atas oleh manusia bukan mesin , aku melihat mereka berduak saling mesra yang wanitanya merasa takut yang prianya melindungi dengan tangan ke belakangnya . Oh Tuhan jika aku masih apakah aku akan merasakan hal yang sama seperti mereka berdua .penuh hangat.penuh kasih sayang.penuh canda.


lalu janjimu apa masih berlaku? atau kadaluarsa?mengajakku ke festival malam hari . aku masih menunggu walaupun itu hanya harapan kosong yang percuma untuk menunggu .









r

Jumat, 24 Mei 2013

siang bolong

kamu ada di hadapanku . tersenyum,tapi tak terpaksa. tanganmu tersentuh dengan tanganku .tapi tak kau pegang. seperti ada rasa panas di kulitmu. aku kaget,sepertinya gejala demam yang biasa km rasakan ,terjadi lagi ,aku pegang dahi mu dan ternyata ya .kamu sakit . aku merasakan hal yang sama seperti waktu itu, rasa khawatir akan kondisimu.tapi mungkin ini berbeda karna kamu bukan yang dulu.dan bukan milikku. wajahmu pucat .tapi tersenyum riang,seperti yang tidak mau km perlihatkan wajah sakit dihadapanku. aku menyuruhmu masuk kerumahku dan beristirahat sejenak agar tidak lebih parah. tapi aku bingung mengapa kamu menghampiriku dikala kondisimu seperti itu.

km tidur di sofaku.dengan wajah pucat dan seperti menggigil. lalu aku beri selimut agar kamu terasa membaik. aku pergi sejenak untuk mengambil beberapa makanan.tapi tiba tiba kamu memegang erat tanganku. dan km katakan "jgn pergi. tunggu disini" aku duduk dikursi depan sofa. melihat kamu tertidur pulas.sangking pulasnya aku pun merasa ngantuk.dan aku pun tidur disofa lain ,bukan di sofa yang kau tidurkan. dan tiba-tiba seperti ada sentuhan di dahi ku.entah itu apa.dan ada yang membisik dan aku tahu itu suara dari mulutmu, "biasakanlah hidup tanpa ada aku di sampingmu. aku gatau akan kembali atau tidak,tapi biasakanlah tanpa aku disisimu" .

DEEP. satu tetes keluar dari mataku .dan sepertinya km menyadari aku tidak teridur pulas,aku hanya mencoba menutupkan mata.aku terbangun dan km tiba tiba sudah ada di depan pintu keluar."kemana?jangan pergi please jangan "km memelukku dengan erat dan km pun pergi keluar dari rumahku.

disana aku merasakan kekecawaan yang sangat dalam. kamu pun lama lama aku lihat semakin jauh jauh jauh dan hilang.

tunggu kakiku seperti di jilat jilat .aku kaget .ya ampun itu kucingku dan dia membangunkanku dari mimpi di siangbolong.










Selasa, 21 Mei 2013

Malam hening

malam sunyi, cahaya bintang menerang,bulan memantulkan cahayanya, mencoba menerangi rumah di tengah kota yang sumpek.
dingin layaknya es batu yang mengelilingi tubuh ku, sunyi sepi hening..
sejenak aku berdiam. disaat tumpukan hapalan pelajaran menghantui.
hantu -hantu hapalan itu tiba tiba berubah menjelma sosok yang tak ingin lagi aku pikirkan, yang tak ingin lagi aku lihat,yang tak ingin lagi aku dengar.
ya kamu. kamu kembali muncul dihadapanku walaupun itu hanya angan-angan yang memang tak mungkin lagi nyata dihadapanku. bayangmu berubah seketika menjadi malaikat yang menyoroti semua kenangan kenangan manis yang kita lakukan , sorotan itu sangat menyilaukan otakku , hingga percakapan yang tak henti hentinya kita bicarakan,percakapan yang hangat dan sangat terbuka diantara kita , bagaikan tidak ada penghalang rasa jaim diantara kita saat dibicarakan. waktu terus berjalan hingga larut malam .kau menemaniku dengan tulus dan ikhlas dengan senyum hangat yang menempel di wajahmu.saat itu waktu bagaikan hitungan detik yang cepat berlalu .

dan "cukup" 1 kata keluar dari otakku dan sosokmu tiba tiba hilang kembali berubah menjadi tumpukan hapalan mengerikan . otakku yang mengontrol kata "cukup" atau hati ini yang bicara? entah lah

memang cukup .cukup aku berhalusinasi ttg kenangan kita , karna mungkin ini tidak akan terulang lagi ,ga ada harapan kembali.didalam sejarah hidupmu ,km belum pernah meminta kembali keseorang "Mantan" .ini motifasi ku agar aku tidak memikirkanmu.agar rasa yang telah tertumpuk menjadi benteng benteng besaryang susah dihancurkan agar perlahan rapuh dengan sendirinya. dan yang aku tau .sekarang kamu sedang tersenyum, ketawa ketawa terbahak bahak dengan riangbersama teman temanmu menikmati kebebasan yang tiada tara.























Senin, 20 Mei 2013

The End

"udahan aja yah :)" 3 kata yang tertulis didalam pesan bbmmu , tapi reaksinya seperti ledakan atau mungkin Bom yang menewaskan 1juta lebih penduduk di sebuah kota, ya itu reaksi yang aku baca, semua sel didalam tubuhku menjadi kesurupan mereka berteriak teriak dan lama akan pulihnya,mataku tiba tiba menjadi buta akan lingkungan sekitarku yang ada hanyalah kenangan manis kita yang terasa 8bulan kurang lamanya dan tiba tiba tidak bermakna,semua janji jnaji manismu yang keluar dari mulutmu semua tiba tiba hanya menjadi butiran debu yang tak berati apa apanya, dan setetes demi setetes air itu keluar dari mataku,melewati pipiku dan masuk ke dalam mulutku, aku pun tak menyadari air yang masuk kedalam mulutku adlah air mata. perlahan demi perlahan kuhapus air itu tapi rasanya percuma karna air itu mengalir terus tak henti hentinya , di otak ini semua pekerja bertanya tanya dan mencari tahu "Mengapa? Mengapa?" berteriak hingga mengganggu pendengaranku padahal mereka hanya pekerja pekerja di otak ku.

reda reda reda sperti hujan yang asalnya besar menjadi reda, hanya angin angin dingin yang kurasa, bayanganku hanyalah kenangan kenangan itu ,manis susah sedih kita jalani bersama, hingga akhirnya kamu merasakan kejenuhan untu ke 2kalinya atau mungkin 3?dan aku pun mengalah dan mundur karna apa? akhir akhir ini aku merasakan hanya aku yang berjuang ,mempertahankan,menunggu, dan sabar, cukup memang kamu sudah jenuh benar benar ingin bebas like a bird ,padahal 2bulan terakhir ini aku sudah menunjukan kedewasaan yang sangat signifikat yang jauh berbeda dari sifat manja ku ,kekanak-kanakan,dan emosionalku.


hari demi hari aku lewati perlahan lahan tanpa status denganmu, mencoba menyingkirkan segala yang berhubungan denganmu,sampai sahabatku yang sahabatmu juga ,aku jauhkan karna melihatnya seperti melihat ada kamu disampingnya, hari demi hari di hatiku masih tetap ga nyangka ,ga nyangka kita udah ga bersama lagi ,tapi aku mencoba agar meyakinkan hatiku kalau ini emang nyata bukan mimpi, bukan.


perlahan aku masih ketergantungan dirimu, aku masih mengecek twittermu, yang menurutku ini tuh udah ga ada apa apa, biomu pun sudah tergantikan bukan aku lagi. mengecek contactmu di bmku,DP mu ,semuanya tentangmu, tapi ada suatu kejadian memilukan yang aku menjadi enggan memikirkan ttg kamu lagi.malah menjadi dendam yang luar biasa besarnya ,hingga pintu ini masih tertutup rapat untuk pintu maaf mu,entah temanmu yang tak ku kenal aslinya menyalahkanku akan penyebab berakhirnya hubungan ini , yang aku tau aku pernnah melakukan kesalah tapi kamu sudah memaafkan dan melupakan kejadian itu ,  dan yang aku tau, berakhirnya hubungan kita,hanyalah rasa jenuh dan rasa keinginan bebas mu, temanmu tiba tiba menghapus aku dari contactnya , dia aneh menyalahkan oranglain yang belum tau sebenarnya dia so tau. aku pun dendam, ya akhir akhir ini aku menjadi pendendam entah kenapa,karna baru kali ini sakit hati lebih dari apapun .


"jangan liat kebelakang, cangkel pegel liat kebelakangmah " kata kata itu menjadi penyemangat ku untuk hari kedepannya,ya dia hanyalah oranglain atau rekan bisnisku. suatu hari di saat jam pelajaran disianghari kau tiba tiba datang kesekolahku, teman temanku tiba tiba membisikan sebuah kalimat yang mengetar seluruh tubuhku tapi hanya bebrapa detik, untungnya Tuhanku tidak memperlihatkan wajahnya dihadapanku ,terimakasih Engkau Maha Mendengar segala keluh kesal ku ,sampai sini aku masih trauma untuk memeberi hati kepada setiap  laki-laki.bukannya gamau Move On tapi jalan terbaik sekarang adalah "Focus!!!"









































Bukan Kisah yng Terlalu Penting oleh Dwitasari

Aku  masih merasakan sesak yang sama. Aku tahu bahwa pada akhirnya aku akan sesedih ini, aku berusaha menghindari air mata sekuat yang aku bisa. Tapi, kautahu, aku adalah wanita paling tidak kuat menahan kesedihan. Kamu mendengar ceritaku tentang pria itu kan? Aku selalu bercerita padamu tentang dia. Seberapa dalamnya perasaanku, seberapa kuat cinta makin menerkamku, dan seberapa hebat senyumnya bisa begitu meneguhkan langkahku.
Kamu tentu tahu seberapa dalam perasaanku padanya dan betapa aku takut perbedaan aku dan dia menjadi jurang. Aku tak pernah memikirkan perpisahan selama ini, tapi ternyata hal yang begitu tak ingin kupikirkan pada akhirnya terpaksa masuk otakku. Aku dan dia tak lagi seperti dulu. Sapaannya tak lagi sehangat dulu, senyumnya tak lagi semanis dulu, dan tawanya tak lagi serenyah dulu. Aku tak tahu perubahan macam apa yang membuat sosok pria itu begitu berbeda.
Dari semua sikapku, tak mungkin kautak tahu aku punya perasaan lebih padanya. Dari semua ceritaku, tak mungkin kautak paham bahwa aku mulai jatuh cinta padanya. Aku terlalu banyak diam dan memendam, mungkin di situlah kesalahanku. Terlalu egois mengatakan dan terlalu takut mengungkapkan. Aku tak bisa menyalahkan siapa-siapa dan tak bisa mengkambinghitamkan siapa pun. Bukankah dalam cinta tak pernah ada yang salah?
Mengetahui kenyataan yang mencekam seperti itu, aku jadi malas tersenyum dan berbicara banyak tentang perasaanku pada orang lain. Aku malah semakin belajar untuk menutup rapat-rapat mulutku pada setiap perasaan yang minta diledakkan lewat curhat-curhat kecil. 
Berbahagialah kamu bersama pria itu, pria yang selalu kubawa dalam cerita-ceritaku. Pria yang bagiku terlalu tinggi untuk kugapai dan terlalu misterius untuk kumengerti jalan pikirannya. Setiap melihatmu dengan pria itu, aku berusaha meyakinkan diriku; bahwa aku juga harus ikut berbahagia melihatmu dengannya. Sejatinya, cinta adalah ikhlas melihat orang yang kucintai bahagia meskipun ia tak pernah menjadikanku pilhan satu-satunya.
Tenanglah, aku sudah mulai melupakannya. Sudah ada seorang pria baru, yang tak begitu kucintai, tapi kehadirannya bisa sedikit mengundang senyum di bibirku. Aku tak tahu, apakah perasaanku pada pria baru itu adalah cinta. Aku tak berusaha memahami, apakah hubungan yang kami jalani selama ini adalah ketertarikan sesaat atau hanya sarana untuk menyembuhkan luka hatiku? Kami tertawa bersama, menghabiskan waktu berdua, tapi segalanya terasa biasa saja. Tak ada ledakkan yang begitu menyenangkan ketika aku bertatap mata dengannya.

Pria yang selalu kuceritakan padamu, yang kini telah menjadi kekasihmu, selalu berbentuk gumpalan bayang-bayang di otakku. Semakin aku berusaha melawan, semakin aku tak bisa menerima bahwa segalanya tak lagi sama. Aku tak ingin ingatanku dan perasaanku yang dulu begitu besar pada masa lalu menjadi penyiksa untuk pria baru yang ingin membahagiakanku kelak. Aku hanya berusaha mengerti yang terjadi dan berusaha pasrah dengan kenyataan yang memang harus kuketahui. Aku tak ingin dibohongi oleh kesemuan yang membahagiakan, lebih baik kenyataan yang memuakan tapi penuh kejelasan. 
Aku mohon, jagalah pria itu dengan susah payah, dengan sekuat tenagamu. Aku ingin kebahagiaannya terjamin olehmu. Aku ingin dia bahagia bersamamu. Di sini, aku tak bisa berbuat banyak, selain membantu dalam doa.
Aku tak sempat membuat dia tersenyum. Tolong, inilah permintaanku yang terakhir, setelah ini aku tak akan mengganggumu; bahagiakan dia, buatlah dia terus tersanyum, dan biarkan saja dia tak tahu ada seseorang yang terluka diam-diam di sini.

Minggu, 19 Mei 2013

Jika Dari Awal Aku tak Mengenalmu oleh Dwita Sari Dwita

Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Kukira langkahku sudah benar. Kupikir anggapanku adalah segalanya. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.
Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah menjadi tugas barunya. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kaupikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku.
Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Jika aku cukup cerdas menilai bahwa perhatianmu bukanlah hal yang terlalu spesial, mungkin sudah dari dulu kita tak saling kenal. Aku terburu-buru mengartikan segala perhatian dan ucapanmu adalah wujud terselubung dari cinta. Bukankah ketika jatuh cinta, setiap orang selalu menganggap segala hal yang biasa terasa begitu spesial dan manis? Aku pernah merasakan fase itu. Aku juga manusia biasa. Kuharap kamu memahami dan menyadari. Aku berhak merasa bahagia karena membaca pesan singkatmu disela-sela dingin malamku. Aku boleh tersenyum karena detak jantungku tak beraturan ketika kamu memberi sedikit kecupan meskipun hanya berbentuk tulisan.
Aku mencintaimu. Sungguh. Mengetahui kautak memilihku adalah hal paling sulit yang bisa kumengerti. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin, dan aku dilarang menuntut ini itu. Aku hanya temanmu. Hanya temanmu. Temanmu! 
Jika kauingin tahu, aku kesesakan dalam status yang menyedihkan itu. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam, membiarkan kamu meneguk hal-hal manis. Begitu banyak yang kulakukan, mengapa matamu masih belum terbuka dan hatimu masih tertutup ragu?
Sejak dulu, harusnya tak perlu kuperhatikan kamu sedetail itu. Sejak pertama bertemu, harusnya tak perlu kucari kontakmu dan kuhubungi kamu dengan begitu lugu. Sejak tahu kehadiranmu, harusnya aku tak menggubris. Aku terlalu penasaran, terlalu mengikuti rasa keingintahuanku. Jika dari awal aku tak mengenalmu, mungkin aku tak akan tahu rasanya meluruhkan air mata di pipi.
Iya. Aku bodoh. Puas?
Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu.